Kolonialisme dan Imperialisme
Pengertian
* Kolonialisme; berasal dari bahasa Latin yang artinya tanah pemukiman atau jajahan.
* Imperialisme; berasal dari kata”imperator”yang artinya memerintah.
Waktu :
1. Berdasarkan waktu munculnya, imperialisme dibedakan menjadi dua;
- Imperialisme kuno (sebelum Revolusi Industri paham 3 G)
- Imperialisme modern (setelah revolusi Industri)
Tujuan :
1. Imperialisme politik; menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain.
2. Imperialisme ekonomi; satu upaya menguasai seluruh kehidupan ekonomi dari negara lain.
3. Imperialisme kebudayaan; upaya menguasai menalitas dan jiwa dari negara lain.
4. Imperialisme militer; upaya utk menguasai daerah dari negara lain yang dianggap strategis dengan menggunakan kekuatan senjata.
Akibat Politik dan Ekonomi
* Negara imperialis menjadi pusat kekayaan sedangkan negara jajahan menjadi bertambah miskin.
* Hasil industri dipasarkan ke daerah jajahan.
* Munculnya investasi swasta
* Perdagangan dunia meluas sebagai akibat meningkatnya lalu lintas perdagangan internasional.
Struktur Birokrasi Pemerintah Hindia Belanda
Akibat Sosial Budaya
Terjadi Eropanisasi kebudayaan, yaitu bergesernya kebudayaan penduduk asli dan dipengaruhi oleh kebudayaan bangsa Eropa.
Masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia :
* Penjelajahan Portugis
* Penjelajahan Spanyol
* Kedatangan Bangsa Belanda
* Kedatangan Bangsa Inggris
Penjelajahan Bangsa Spanyol
* Penjelajahan samudera yang dilakukan Bangsa Spanyol pertama kali dipimpin oleh Christopher Columbus.
* Misi pelayaran yang dilakukan oleh Columbus bermotif Ekonomi, dengan tujuan ad, menemukan daerah penghasil rempah-rempah.
Penjelajahan Bangsa Portugis
* Bangsa Portugis menempuh jalur penjelajahan yang relatif berbeda dengan penjelajahan Spanyol.
* Portugis menempuh jalur penjelajahan ke arah timur karena adanya perjanjian Tordesillas (1494), Spanyol mendapatkan wilayah sebelah barat dari kepulauan Cape Verde, sedangkan bangsa Portugis mendapatkan wilayah sebelah timur.
* Perjanjian ini dimaksudkan untuk mencegah bentrok antar kedua negara itu dalam memperebutkan daerah baru.
* Bartholomeu Dias (1488) --> Tanjung Harapan
* Vasco da Gama (1498) ---> Calcicut
* Albuquerque (1511) --> Malaka
Setelah menguasai Malaka dan Maluku, bangsa Portugis bermaksud melebarkan kekuasaan ke Sumatera yang kaya akan lada, namun keinginan tersebut mendapakan tentangan dari Kerj. Aceh yang mendominasi perdagangan lada di Sumatera.
Istilah :
1. Agrarische Besluit: Surat keputusan yang ditetapkan oleh Raja Belanda untuk mengatur hal-hal yang lebih rinci dari Undang-Undang Agraria, khususnya tentang hak kepemilikan tanah dan jenis-jenis hak penyewaan tanah oleh pihak swasta.
2. Contigenten (pajak In Natura): Kewajiban bagi rakyat pribumi untuk membayar pajak berupa hasil bumi kepada VOC.
3. Gub. Jendral: Pemimpin tertinggi pemerintahan pendudukan Belanda di Nusantara.
4. Hak Octori: Hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda.
5. EIC: Kongsi dagang Inggris yang beroperasi di wilayah Asia.
6. VOC: Verenigde Oost Indische Compagnie/persekutuan maskapai perdagangan Hindia Timur.
7. Landrent: Sistem sewa tanah yang diterapkan oleh Thomas Stamford Raffles sebagai pengganti sistem pajak in natura yang diterapkan sejak zaman VOC.
8. Pelayaran Hongi: Pelayaran dengan perahu Kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC di Maluku.
9. Sistem Feodalisme: Sistem pemerintahan tradisional yang didasarkan kepada keturunan dan pemilikan tanah.
10. Westernisasi: Pembaratan, yaitu usaha untuk memasukkan budaya barat.
Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia :
* Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia dimulai ketika seorang berkebangsaan Belanda menerbitkan catatan perjalanan yang berjudul Catatan Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis. Dalam catatan tersebut berisi peta-peta dan gambaran tentang wilayah.
* Pada tahun 1595, ekspedisi Belanda berlayar ke Asia. Ekspedisi ini di pimpin Cornelis de Houtman. Dan 1596 mereka sampai ke Banten, dari Banten mereka terus bergerak ke Maluku.
Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia :
* Kedatangan bangsa Inggris ke Hindia Timur dimulai dari diberikannya Hak Octori oleh Ratu Elizabet I dari Inggris kepada Maskapai Hindia Timur EIC.
* Sir James Lancaster ad, orang pertama yang ditunjuk untuk memimpin armada pelayaran Inggris ke dunia timur.
* 1602 armada dagang ini sampai ke Aceh. Dan tahun 1604 di bawah Sir Henry Middleton berhasil mencapai Ternate, Tidore Ambon dan Banda.
* Dikepulauan ini mereka mendapatkan persaingan dari Portugis.
* Dalam menghadapi persaingan dengan Portugis mereka mencari pelabuhan perdagangan lain seperti Sukadana(KalBar), Makasar, Jayakarta, Jepara , Aceh, Pariaman.
Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah, perubahan besar dalam memproduksi barang yang dulunya dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) menjadi dikerjakan dengan mesin (tenaga mesin).
Munculnya mesin-mesin penggerak itu menimbulkan perubahan dalam kualitas dan kuantitas produk, tata kerja industri, dan pemasarannya. Perubahan itu berpengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.
Revolusi Industri di bagi dalam tiga tahap;
1. Revolusi Industri I
- Dalam tahap ini mempergunakan teknik kuno (paleotehnic) dengan mesin uap dan kayu/batu bara sebagai bahan bakarnya. Inggris
2. Revolusi Industri II
- Dalam tahap ini menggunakan teknik baru (neotehnic) berupa mesin motor dengan listrik atau bensin sebagai bahan bakarnya. Amerika dan Jerman pada abad ke 19
3. Revolusi Industri III
- Dalam tahap ini menggunakan teknik kimia-hayati (biotehnic) dengan bom atom/nuklir sebagai bahan bakarnya. Amerika dan Uni Soviet.
Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia :
1. Portugis
Alfonso de Albuquerque, menyerang Malaka dan berhasil menguasainya pada tahun 1511, dimana Malaka saat itu diperkirakan memiliki banyak kekayaan berupa rempah-rempah.
Di bawah pimpinan Francisco Serro sampai di Maluku pada tahun 1512 tepatnya di ternate setelah sebelumnya singgah terlebih dahulu di Gresik dan Banda.
Portugis mampu menguasai Maluku dikarenakan jasanya membantu Ternate mengalahkan Tidore.
Untuk membantu Ternate tersebut Portugis diizinkan untuk mendirikan benteng pertahanan (1522) yang awalnya digunkan untuk menahan serangan Tidore tetapi selanjutnya dikuasai oleh Portugis.
Selain itu Portugis berhasil mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku (Ternate) sebagai upah usahanya mengalahkan Tidore. Karena monopoli tersebut maka perdagangan rempah-rempah di Ternate hanya boleh dilakukan oleh Portugis.
Setelah mengetahui betapa merugikannya monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis tersebut maka Ternate mulai menolak kedatangan Portugis yang selanjutnya.
Selain itu Portugis selama di Maluku berusaha menyebarkan agama Kristen sementara itu penduduk Ternate saat itu beragama Islam. Perilaku Portugis selama berada di Maluku pun dinilai tidak sopan.
Portugis akhirnya berusaha mencari daerah lain yaitu di Sumatera dan di Jawa meskipun di Sumatera dia berusaha menguasai cengkeh dan lada tetapi kurang berhasil sebab Aceh sangat kuat dalam perdaganagn lada.
Portugis di Indonesia dari tahun 1511 sampai 1641
2. VOC
VOC dibentuk pada Maret 1602 karena adanya persaingan dagang antara sesama kongsi dagang Belanda. Tujuan dibentuk VOC untuk mengatasi persaingan antara para pedagang Belanda. Hal ini disebabakan harga rempah-rempah di Eropa semakin tidak terkendali. VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) merupakan Perserikatan Maskapai Hindia Timur.
VOC mempunyai hak-hak istimewa yang diberikan oleh Parlemen Belanda disebut hak Oktrooi. Selain memiliki hak istimewa, VOC juga memiliki beberapa tanggung jawab kepada Pemerintah Belanda, tanggung jawab tersebut ad;
a. VOC juga mempunyai kewajiban khusus terhadap pemerintah Belanda.
b. VOC wajib melaporkan hasil keuntungan dagangnya kepada Parlemen Belanda.
c. VOC juga wajib membantu pemerintah Belanda dalam menghadapi berbagai perangan.
Pusat kegiatan perdagangan VOC ada di Ambon.
Jan Pieterzoon Coen membantu Pangeran Jayakarta dalam serangan terhadap Kerajaan Banten dan kerajan Banten berhasil dikalahkan. Jan Pieterzoon Coen kemudian membangun kembali kota Jayakarta dan memberinya nama Batavia. Batavia dijadikan sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan Belanda di Indonesia. Sejak saat itu Batavia resmi menjadi markas besar VOC di Indonesia.
Pada akhir abad ke-18, VOC mengalami kemunduran disebabkan :
Gencarnya persainagn dari bangsa Perancis dan Inggris.
Korupsi dan pencurian yang dilakukan para pegawai VOC.
Maraknya perdagangan gelap di jalur monopoli VOC.
Besarnya aggaran belanja VOC tidak sebanding dengan pemasukkannya.
Akhirnya VOC dibubarkan pada tahun 1799 dengan segala tanggungjawab VOC diambil alih oleh kerajaan Belanda dengan tujuan agar wilayah Indonesia tetap dalam pengendalian Belanda.
3. Masa Pemerintahan Kolonial Belanda
Setelah VOC bubar dan diambil alih oleh Belanda, maka Raja Louis Napoleon Bonaparte menunjuk Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia.
Herman Willem Daendels berkuasa dari tahun 1808 sampai 1811. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Daendels:
1. Bidang Pertahanan, ia bertugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris yang saat itu sedang berperang melawan Perancis.
2. Membangun angkatan perang yang terdiri dari orang-orang Indonesia.
3. Membangun benteng-benteng militer, pabrik senjata, dan rumah sakit militer.
4. Membangun jalan utama yang yang menghubungkan kota-kota sepanjang pantai utara Jawa. Jalan tersebut membentang dari Anyer di Jawa Barat hingga Panarukan di Jawa Timur.
5. Pembangunan Pelabuhan di Banten, Merak, dan Surabaya, serta membuat perahu-perahu untuk keperluan pemerintahannya.
6. Daendels berusaha untuk menanamkan kekuasaannya di kerajaan-kerajaan lokal di Indonesia, dan berusaha untuk mengubah tata cara lama dalam tradisi kerajaan-kerajaan Indonesia.
7. Menjual tanah rakyat kepada pengusaha swasta asing dari Belanda, Arab, dan Cina.
Pelaksanaan kebijakan tersebut dilakukan dengan sistem kerja paksa yang disebut Kerja Rodi. Rakyat harus bekerja keras membangun saran umum tersebut tanpa mendapat upah. Ribuan rakyat meninggal saat mengerjakan pembuatan jalan raya tersebut.
Tindakan Daendels tersebut menimbulkan konflik dengan para penguasa lokal Indonesia. Tindakan otoriter Daendels tersebut membuat Raja Louis Napoleon Bonaparte memanggil kembali Daendels ke Belanda dan diganti oleh Gubernur Jenderal Jansens.
Pertanyaan :
1. Akibat revolusi Industri dibidang sosial bagi Inggris adalah menimbulkan pusat-pusat industri (kota industri). Seperti Manchester, Liverpool, Birmingham dan Lancaster. Akhirnya menimbulkan keinginan para petani meninggalkan lahan pertaniannya ke pusat industri menjadi buruh pabrik.
2. Kebijakan pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia yang menyebabkan timbulnya kelompok migran perkebunan adalah Tanam Paksa.
3. Dampak negatif diberlakukannya sistem Cultur Procenten pada masa tanam paksa berlangsung adalah :
Cultur Procenten merupakan komisi yang diberikan kepada petugas tanam paksa apabila menyerahkan hasil tanam paksa melebihi ketentuan, petugas tanam paksa ini berasal dari penguasa lokal setempat, Oleh karena itu mereka terdorong untuk selalu meningkatkan hasil tanam paksa tanpa melihat penderitaan dan kesengsaraan yang terjadi pada rakyat Hindia Timur.
4. Latar belakang dibentuknya kongsi dagang VOC adalah
VOC dibentuk pada Maret 1602 karena adanya persaingan dagang antara sesama kongsi dagang Belanda. Tujuan dibentuk VOC untuk mengatasi persaingan antara para pedagang Belanda.
5. Tujuan Belanda menjalankan pelayaran Hongi adalah :
Pelayaran dengan perahu Kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC di Maluku.
4. Fase ke II Pemerintahan Belanda di Hindia Timur
Belanda menguasai kembali Indonesia setelah berhasil mengalahkan Inggris dengan adanya Konvensi London tahun 1814. Pemerintahan kolonial Belanda dipegang oleh:
a. Komisaris Jendral (1816-1819) yang terdiri Elout, Buyskes, dan Van der Capellen.
b. Van der Capellen (1819-1826)
Dalam masa pemerintahannya dia berusaha mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal tersebut bertujuan untuk membayar hutang Belanda yang cukup besar selama perang.
Kebijakannya : menyewakan tanah kepada pengusaha-pengusaha Eropa.
c. Du Bus De Gisignnes (1826-1830)
d. Van den Bosh (1830-1870)
Mengambil kebijakan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel). Sistem dimana setiap petani di Jawa wajib menanam tanaman perdagangan ekspor yang laku dipasaran Eropa/dunia. Oleh karena itu, rakyat dikenakan pajak in natura.
Ketentuan pokok sistem tanam paksa:
1. Persetujuan menyerahkan sebagian tanah yaitu seperlima dari tanah pertanian milik penduduk.
2. Waktu untuk bekerja tanam paksa tidak melebihi waktu untuk pekerjaan menanam padi.
3. Bebas pajak tanah
4. Kelebihan atau keuntungan diarahkan atau diberikan kepada rakyat
5. Jika terjadi kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah.
6. Kerja paksa dilakukan dibawah pengawasan kepala desa
7. Bagi rakyat yang tidak punya tanah, wajib bekerja 66 hari.
Pada pelaksanaannya ternyata tidak seindah ketentuan tersebut, pada pelaksanaannya selalu sangat membebankan rakyat. Tetapi rakyat Jawa terlalu patuh terhadap kebijakan tersebut sehingga tidak ada perlawanan dari rakyat.
Pembagian Jenis Tanaman yang ditanam saat Tanam Paksa :
Jenis tanam paksa : Gula, Nila (indigo), teh, tembakau, kayu manis, kapas, kopi.
Tanaman Musiman: Gula, Nila, Tembakau.
Tanaman Tahuanan : Lada, Kopi, Karet, Teh, Kelapa Sawit.
Rakyat Indonesia wajib menanam tanaman-tanaman tersebut dimana selanjutnya hasilnya diserahkan pada Belanda. Pemerintah Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari sistem tanam paksa tersebut sehingga hutang-hutang Belanda dapat dilunasi bahkan semua masalah keungan Belanda dapat diatasi.
Tanam Paksa dihapuskan karena :
a. Beban rakyat yang semakin besar sebab rakyat selain dibebankan kewajiban menanam tanaman ekspor, rakyat masih harus bekerja rodi untuk pemerintah membangun sarana-prasarana umum, selain itu rakyat juga dibebankan kewajiban membayar pajak.
b. Timbulnya bahaya kelaparan, disebabakan karena daya tahan rakyat dalam menghadapi bencana terlalu kecil sehingga ketika musim kemarau tiba mereka tidak mampu mengatasinya. Bencana kelaparan tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk di Pulau Jawa. Sebagai contoh;
Di demak penduduknya berkurang dari 336.000 jiwa menjadi 120.000 jiwa.
Di Grobogan, penduduknya berkurang dari 89.500 jiwa menjadi 9.000 jiwa.
c. Bencana tersebut sebagai titik balik atau merupakan batas kemampuan eksploitasi para petani di Jawa dengan diterapkannya sistem tanam paksa.
d. Keadaan sebenarnya di Jawa tersebut diketahui oleh orang-orang Belanda di negara Belanda sehingga mereka melakukan penentangan seperti Vitalis, Baron van Hoevell, Multatuli (Douwes Dekker), Frans van de Pute.
e. Usaha penghapusan tanam paksa sudah dilakukan sejak tahun 1860 dengan penghapusan tanaman lada sampai 1870 secara resmi tanam paksa dihapuskan di Indonesia namun tanam paksa kopi baru dapat dihapuskan setelah 1917 dan tanam paksa benar-benar terhapus di Indonesia pada 1920.
3. Inggris
Raffles berkuasa dari tahun 1811-1814 setelah pada tahun 1811, Inggris menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai Belanda di Jawa. Hal ini berhasil membuat Belanda menyerah tanpa syarat dan memberikan wilayah kekuasaan kepada pemerintah Inggris.
Kekuasaan Inggris di Indonesia diwakili oleh Maskapai Hindia Timur (The East India Company) disingkat EIC yang berpusat di Calcutta, India. EIC mendapat hak Oktrooi dari Ratu Elizabeth I. Saat Gubernur Jenderal Lord Minto menjadi pemimpin EIC, dia mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda.
Selama Raffles berkuasa ia menerapkan berbagai kebijakan diantaranya:
1. Membagi wilayah Pulau Jawa menjadi 16 daerah Karisedenan. Tujuannya untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan terhadap Pulau Jawa.
2. Membentuk sistem pemerintahan dan pengadilan dengan merujuk kepada sistem di Inggris.
3. Mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi kemakmuran Inggris dengan menerapkan sistem pemiliki atas tanah dan memberlakukan sewa tanah (Stelsel Tanah).
Karena tindakan-tindakan Raffles selama berkuasa kurang memperhatikan kekuasaan pemerintah lokal maka dia mendapat pertentangan dari para penguasa lokal di Indonesia.
Selama di Indonesia berhasil menulis buku yang berjudul History of Java berisi sejarah budaya indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama bunga bangkai di Bengkulu “Rafflesia Arnoldi”
Kekuasaan Raffles berakhir pada 1814 setelah terjadi Konvensi London antara Inggris dan Belanda. Isinya “Inggris harus mengembalikan semua wilayah jajahan Belanda yang telah dikuasainya.
Inggris menyerahkan kekuasaan pada Belanda tahun 1816.
Kondisi Masyarakat Indonesia pada masa Kolonial :
1. Bidang Politik
Struktur Birokrasi; lihat slide hal 7-8.
Sistem Pemerintahan
Dalam masa pemerintahan Kolonial Belanda menjadikan Jawa sebagai pusat pemerintahan dan membaginya menjadi kesatuan wilayah yang disebut Perfectuure.
Sistem Hukum
dalam masa pemerintahan Kolonial yang digunakan ad, hukum barat menggantikan hukum adat tradisional.
2. Bidang Ekonomi
Pemerintahan Belanda menetapkan kebijakan ekonomi pintu terbuka pada tahun 1870. Pada masa ini dimulailah era komersialisasi, moneterisasi, dan industrialisasi. Dan ini memberi kesempatan kepada pengusaha swasta Belanda untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
3. Bidang Sosial
Mobilitas Sosial
Stratifikasi Sosial
Demografi dan Mobilitas Penduduk
Kedudukan dan Peran Perempuan
4. Bidang Budaya
Pengaruh Westernisasi
Perkembangan pendidikan
5. Bidang Ideologi dan Agama
sumber : http://ips-web-id.blogspot.com/2012/01/ringkasan-materi-kolonialisme-dan.html">http://ips-web-id.blogspot.com/2012/01/ringkasan-materi-kolonialisme-dan.html
thanks for reading and learning :) hope usefull, and leave comments ! :D
for me : Eat, pray, love, live, music and movie :D hidup lebh bermanfaat kala kita berbagi :)
Selasa, 30 April 2013
Perkembangan Sosial, Budaya, dan Politik
Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif. Manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan lingkungan hidupnya seperti ketika Adam dan Hawa hidup di Taman Firdaus.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula, manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia. Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban.
Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.
MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN INDONESIA Dinamika sosial dan kebudayaan itu, tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas spektrum dan kecepatannya berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian generasi. Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia.
Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka . Betapapun cepat atau lambatnya perkembangan sosial budaya yang melanda, dan factor apapun penyebabnya, setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra itu dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi sosial terutama dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia.
PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN DEWASA INI Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini. Penerapan teknologi maju Penerapan teknologi maju untuk mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu telah menuntut pengembangan perangkat nilai budaya, norma sosial disamping ketrampilan dan keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya. Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal yang besar (intensive capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola secara professional (management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi seoptimal mungkin; Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement orientation). Tanpa disadari, kenyataan tersebut, telah memacu perkembangan tatanan sosial di segenap sector kehidupan yang pada gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dalam proses perkembangan sosial budaya itu, biasanya hanya mereka yang mempunyai berbagai keunggulan sosial-politik, ekonomi dan teknologi yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan bebas. Akibatnya mereka yang tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya, dan memperlebar serta memperdalam kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.
Keterbatasan lingkungan (environment scarcity) Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya cenderung bersifat exploitative dan expansif dalam pelaksanaannya. Untuk mengejar keuntungan materi seoptimal mungkin, mesin-mesin berat yang mahal harganya dan beaya perawatannya, mendorong pengusaha untuk menggunakannya secara intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan dhutan secara besar-besaran tanpa mengenal waktu siang dan malam, demikian juga mesin pabrik harus bekerja terus menerus dan mengoah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap di lempar ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang diperlukan telah menimbulkan tekanan pada lingkungan yang pada gilirannya mengancam kehidupan penduduk yang dilahirkan, dibesarkan dan mengembangkan kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara besar-besaran.
Di samping itu penerapan teknologi maju juga cenderung tidak mengenal batas lingkungan geografik, sosial dan kebudayaan maupun politik. Di mana ada sumber daya alam yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan industri yang ditopang dengan peralatan modern, kesana pula mesin-mesin modern didatangkan dan digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan (ecological wisdom) penduduk setempat. Ketimpangan sosial-budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan ini pada gilirannya juga menjadi salah satu pemicu perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang befungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk perdesaan yang harus nmampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang seringkali dilupakan orang adalah lumpuhnya pranata sosial lama sehingga penduduk seolah-olahkehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun pranata sosial itu masih ada, namun tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan pendudduk sehari-hari. Seolah-olah terah terjadi kelumpuhan sosial seperti kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan liar oleh orang kota, penyitaan kayu tebangan tanpa alas an hokum yang jelas, penguasaan lahan oleh mereka yang tidak berhak. Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan dan berlanjut dengan pertikaian yang disertai kekerasan ataupun amuk.
PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN Sejumlah peraturan dan perundang-undangan diterbitkan pemerintah untuk melindungi hak dan kewajiban segenap warganegara, seperti UU Perkawinan monogamous, pengakuan HAM dan pengakuan kesetaraan gender serta pengukuhan “personal, individual ownership” atas kekayaan keluarga mulai berlaku dan mempengaruhi sikap mental penduduk dengan segala akibatnya. PENDIDIKAN Kekuatan perubahan yang sangat kuat, akan tetapi tidak disadari oleh kebanyakan orang adalah pendidikan. Walaupun pendidikan di manapun merupakan lembaga ssosial yang terutama berfungsi untuk mempersiapkan anggotanya menjadi warga yang trampil dan bertanggung jawab dengan penanaman dan pengukuhan norma sosial dan nilai-nilai budaya yang berlaku, namun akibat sampingannya adalah membuka cakrawala dan keinginan tahu peserta didik. Oleh karena itulah pendidikan dapat menjadi kekuatan perubahan sosial yang amat besar karena menumbuhkan kreativitas peserta didik untuk mengembangkan pembaharuan (innovation).
Di samping kreativitas inovatif yang membekali peserta didik, keberhasilan pendidikan menghantar seseorang untuk meniti jenjang kerja membuka peluang bagi mobilitas sosial yang bersangkutan. Pada gilirannya mobilitas sosial untuk mempengaruhi pola-pola interaksi sosial atau struktur sosial yang berlaku. Prinsip senioritas tidak terbatas pada usia, melainkan juga senioritas pendidikan dan jabatan yang diberlakukan dalam menata hubungan sosial dalam masyarakat. Dengan demikian pendidikan sekolah sebagai unsur kekuatan perubahan yang diperkenalkan dari luar, pada gilirannya menjadi kekuatan perubahan dari dalam masyarakat yang amat potensial. Bahkan dalam masyarakat majemuk Indonesia dengan multi kulturnya, pendidikan mempunyai fungsi ganda sebagai sarana integrasi bangsa yang menanamkan saling pengertian dan penghormatan terhadap sesama warganegara tanpa membedakan asal-usul dan latar belakang sosial-budaya, kesukubangsaan, keagamaan, kedaerahan dan rasial.
Pendidikan sekolah juga dapat berfungsi sebagai peredam potensi konflik dalam masyarakat majemuk dengan multi kulurnya, apabila diselenggarakan dengan benar dan secara berkesinambungan. Di samping pendidikan, penegakan hukum diperlukan untuk menjain keadilan sosial dan demokratisasi kehidupan berbangsa dalam era reformasi yang memicu perlembangan sosial-budaya dewasa ini. Kebanyakan orang tidak menyadari dampak sosial reformasi, walaupun mereka dengan lantangnya menuntut penataan kembali kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sesungguhnya reformasi mengandung muatan perubahan sosial-budaya yang harus diantisipasi dengan kesiapan masyarakat untuk menerima pembaharuan yang seringkali menimbulkan ketidak pastian dalam prosesnya. Tanpa penegakan hukum secara transparan dan akuntabel, perkembangan sosial-budaya di Indonesia akan menghasilkan bencana sosial yang lebih parah, karena hilangnya kepercayaan masyarakat akan mendorong mereka untuk bertindak sendiri sebagaimana nampak gejala awalnya dewasa ini. Lebih berbahayalagi kalau gerakan sosial itu diwarnai kepercayaan keagamaan, seperti penatian datangnya ratu adil dan gerakan pensucian (purification) yang mengharamkan segala pembaharuan yang dianggap sebagai “biang” kekacauan.
Betapaun masyarakat harus siap menghadapi perubahan sosial budaya yang diniati dan mulai dilaksanakan dengan reformasi yang mengandung makna perkembangan ke arah perbaikan tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/08/07/perkembangan-sosial-dan-kebudayaan-indonesia-218441.html
thanks for reading and earning :) hope usefull, leave comments ! :D
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula, manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia. Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban.
Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.
MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN INDONESIA Dinamika sosial dan kebudayaan itu, tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas spektrum dan kecepatannya berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian generasi. Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia.
Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka . Betapapun cepat atau lambatnya perkembangan sosial budaya yang melanda, dan factor apapun penyebabnya, setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra itu dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi sosial terutama dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia.
PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN DEWASA INI Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini. Penerapan teknologi maju Penerapan teknologi maju untuk mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu telah menuntut pengembangan perangkat nilai budaya, norma sosial disamping ketrampilan dan keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya. Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal yang besar (intensive capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola secara professional (management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi seoptimal mungkin; Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement orientation). Tanpa disadari, kenyataan tersebut, telah memacu perkembangan tatanan sosial di segenap sector kehidupan yang pada gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dalam proses perkembangan sosial budaya itu, biasanya hanya mereka yang mempunyai berbagai keunggulan sosial-politik, ekonomi dan teknologi yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan bebas. Akibatnya mereka yang tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya, dan memperlebar serta memperdalam kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.
Keterbatasan lingkungan (environment scarcity) Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya cenderung bersifat exploitative dan expansif dalam pelaksanaannya. Untuk mengejar keuntungan materi seoptimal mungkin, mesin-mesin berat yang mahal harganya dan beaya perawatannya, mendorong pengusaha untuk menggunakannya secara intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan dhutan secara besar-besaran tanpa mengenal waktu siang dan malam, demikian juga mesin pabrik harus bekerja terus menerus dan mengoah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap di lempar ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang diperlukan telah menimbulkan tekanan pada lingkungan yang pada gilirannya mengancam kehidupan penduduk yang dilahirkan, dibesarkan dan mengembangkan kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara besar-besaran.
Di samping itu penerapan teknologi maju juga cenderung tidak mengenal batas lingkungan geografik, sosial dan kebudayaan maupun politik. Di mana ada sumber daya alam yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan industri yang ditopang dengan peralatan modern, kesana pula mesin-mesin modern didatangkan dan digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan (ecological wisdom) penduduk setempat. Ketimpangan sosial-budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan ini pada gilirannya juga menjadi salah satu pemicu perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang befungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk perdesaan yang harus nmampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang seringkali dilupakan orang adalah lumpuhnya pranata sosial lama sehingga penduduk seolah-olahkehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun pranata sosial itu masih ada, namun tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan pendudduk sehari-hari. Seolah-olah terah terjadi kelumpuhan sosial seperti kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan liar oleh orang kota, penyitaan kayu tebangan tanpa alas an hokum yang jelas, penguasaan lahan oleh mereka yang tidak berhak. Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan dan berlanjut dengan pertikaian yang disertai kekerasan ataupun amuk.
PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN Sejumlah peraturan dan perundang-undangan diterbitkan pemerintah untuk melindungi hak dan kewajiban segenap warganegara, seperti UU Perkawinan monogamous, pengakuan HAM dan pengakuan kesetaraan gender serta pengukuhan “personal, individual ownership” atas kekayaan keluarga mulai berlaku dan mempengaruhi sikap mental penduduk dengan segala akibatnya. PENDIDIKAN Kekuatan perubahan yang sangat kuat, akan tetapi tidak disadari oleh kebanyakan orang adalah pendidikan. Walaupun pendidikan di manapun merupakan lembaga ssosial yang terutama berfungsi untuk mempersiapkan anggotanya menjadi warga yang trampil dan bertanggung jawab dengan penanaman dan pengukuhan norma sosial dan nilai-nilai budaya yang berlaku, namun akibat sampingannya adalah membuka cakrawala dan keinginan tahu peserta didik. Oleh karena itulah pendidikan dapat menjadi kekuatan perubahan sosial yang amat besar karena menumbuhkan kreativitas peserta didik untuk mengembangkan pembaharuan (innovation).
Di samping kreativitas inovatif yang membekali peserta didik, keberhasilan pendidikan menghantar seseorang untuk meniti jenjang kerja membuka peluang bagi mobilitas sosial yang bersangkutan. Pada gilirannya mobilitas sosial untuk mempengaruhi pola-pola interaksi sosial atau struktur sosial yang berlaku. Prinsip senioritas tidak terbatas pada usia, melainkan juga senioritas pendidikan dan jabatan yang diberlakukan dalam menata hubungan sosial dalam masyarakat. Dengan demikian pendidikan sekolah sebagai unsur kekuatan perubahan yang diperkenalkan dari luar, pada gilirannya menjadi kekuatan perubahan dari dalam masyarakat yang amat potensial. Bahkan dalam masyarakat majemuk Indonesia dengan multi kulturnya, pendidikan mempunyai fungsi ganda sebagai sarana integrasi bangsa yang menanamkan saling pengertian dan penghormatan terhadap sesama warganegara tanpa membedakan asal-usul dan latar belakang sosial-budaya, kesukubangsaan, keagamaan, kedaerahan dan rasial.
Pendidikan sekolah juga dapat berfungsi sebagai peredam potensi konflik dalam masyarakat majemuk dengan multi kulurnya, apabila diselenggarakan dengan benar dan secara berkesinambungan. Di samping pendidikan, penegakan hukum diperlukan untuk menjain keadilan sosial dan demokratisasi kehidupan berbangsa dalam era reformasi yang memicu perlembangan sosial-budaya dewasa ini. Kebanyakan orang tidak menyadari dampak sosial reformasi, walaupun mereka dengan lantangnya menuntut penataan kembali kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sesungguhnya reformasi mengandung muatan perubahan sosial-budaya yang harus diantisipasi dengan kesiapan masyarakat untuk menerima pembaharuan yang seringkali menimbulkan ketidak pastian dalam prosesnya. Tanpa penegakan hukum secara transparan dan akuntabel, perkembangan sosial-budaya di Indonesia akan menghasilkan bencana sosial yang lebih parah, karena hilangnya kepercayaan masyarakat akan mendorong mereka untuk bertindak sendiri sebagaimana nampak gejala awalnya dewasa ini. Lebih berbahayalagi kalau gerakan sosial itu diwarnai kepercayaan keagamaan, seperti penatian datangnya ratu adil dan gerakan pensucian (purification) yang mengharamkan segala pembaharuan yang dianggap sebagai “biang” kekacauan.
Betapaun masyarakat harus siap menghadapi perubahan sosial budaya yang diniati dan mulai dilaksanakan dengan reformasi yang mengandung makna perkembangan ke arah perbaikan tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/08/07/perkembangan-sosial-dan-kebudayaan-indonesia-218441.html
thanks for reading and earning :) hope usefull, leave comments ! :D
Perkembangan Kerajaan Hindu-Budha
1. Munculnya Agama Hindu dan Budha
a. Agama Hindu
Sebelum Hindu lahir, di lembah Sungai Indus (sekarang wilayah Pakistan) telah berkembang kebudayaan yang tinggi yaitu “Kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa” milik bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya melalui celah Kaiber masuk ke India, menakhlukkan dan menguasai kota-kota di lembah Indus yang tadinya dikuasai oleh bangsa Dravida. Dalam penyebarannya suku bangsa Arya ada yang melangsugkan pernikahan dengan orang-orang Dravida sehingga terbentuklah masyarakat dan generasi baru yang disebut “Bangsa Hindu”. Tradisi dan kepercayaan bangsa Hindu inilah yang disebut agama dan kebudayaan Hindu.
Agama hindu merupakan kepercayaan yang memuja dan menyembah banyak dewa (politheisme) dewa utamanya disebut TRIMURTI terdiri dari Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara) dan Siwa (dewa perusak). Kitab suci agama Hindu adalah kitab Weda, yang terdiri atas 4 bagian :
1. Rigweda berisi pujian terhadap dewa
2. Samaweda berisi nyanyian suci
3. Yajurweda berisi mantra-mantra
4. Atharwaweda berisi doa-doa untuk pengobatan
Dalam kehidupan masyarakat dikenal empat kasta yaitu : Brahmana (terdiri para pendeta) Ksatria (terdiri para raja, bangsawan, prajurit), Waisya (terdiri para pengusaha, pedagang) dan Sudra (terdiri pekerja kasar dan rakyat jelata).
b. Agama Budha
Agama budha diajarkan pertama kali oleh Sidharta Gautama/Budha Gautama putra raja Sudhodana dari Kerajaan Kosala di Kapilawastu.
Pokok ajaran agama budha adalah bahwa manusia hidup itu dalam keadaan Samsara (menderita) oleh sebab itu setiap manusia wajib melepaskan diri dari kesengasaraan dengan cara memadamkan berbagai nafsu. Nafsu dapat dipadamkan dengan menjalankan Astavida (delapan jalan) kebenaran.
Kitab suci agama budha adalah Tripitaka yang terdiri dari tiga bagian : Winaya pitaka, Sutrantapitake, Abhidarmapitaka. Dalam perkembangan agama Budha pecah menjadi 2 aliran :
1. Budha Mahayana (kendaraan besar), manusia dapat mencapai nirwana dengan perantaraan Bodhisatwa.
2. Budha Hinayana (kendaraan kecil), usaha mencapai nirwana hanya dapat dilakukan oleh manusia secara perorangan.
2. Proses Masuk dan berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia
Bangsa Indonesia mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan internasional, sehingga banyak dilalui dan disinggahi oleh pedagang-pedagang asiing terutama India dan Cina. Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia melalui kegiatan perdagangan. Hal itu terjadi dengan ikut sertanya para pendeta yang datang bersamaan dengan para pedagang untuk menyebarkan agama.
Para pendeta selama berada di Indonesia banyak mempunyai murid. Murid-murid ini banyak yang berziarah ke India untuk menambah ilmunya. Setelah dari India mereka ikut menyebarkan agama dengan bahasa mereka sendiri sehingga mudah dimengerti dan diterima masyarakat. Faktor pendukung lain yang mempercepat berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu adalah raja-raja di Indonesia mendatangkan para pendeta dari India untuk memimpin upacara pemujaan atau upacara korban. Masuknya agama Budha dibawa oleh para Bhiksu, salah satunya adalah Bhiksu Gunawan atau Gunawarman dari Kashmir. Ada beberapa teori yang mengatakan golongan pembawa Hindu-Budha ke Indonesia :
1. Teori Waisya (oleh N.J. Krom) pembawanya para pedagang India
2. Teori Ksatria (oleh C.C. Berg) pembawanya para ksatria India.
3. Teori Brahmana (oleh Van Leur), para Brahmana yang diundang ke Indonesia.
4. Teori Arus Balik (oleh F.D.K.Bosch) pembawanya orang-orang Indonsia yang belajar ke India.
Ada beberapa keterangan bahwa hubungan antara India dan Indonesia sudah sejak sebelum tahun masehi antara lain :
- Dalam kitab Ramayana disebut nama Jawadwipa (pulau padi) disamakan dengan Pulau Jawa
- Orang India menyebut Swarnadwipa (pulau emas) disamakan dengan Pulau Sumatra.
- Pengiriman Biksu Budha ke Swarnadwipa atau Sumatra oleh Raja Asoka dari kerajaan Maurya di Pataliputra.
- Ditemukannya patung Budha bergaya Amarawati di Sempaga (Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Palembang)
- Ditemukan prasasti yang terbentuk Yupa pada awal abad ke-5 M di Kalimantan Timur.
3. Jalur Masuk Hindu-Budha ke Indonesia
a. Jalur Laut
Para pedagang dan pendeta menyebarkan Hindu-Budha ke Nusantara melalui jalur darat dan jalur laut. Mereka yang melalui jalur laut mengikuti rombongan pedagang yang melakukan pelayaran dari Asia Selatan ke Asia Timur. Rute penyebarannya adalah mulai dari India, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Nusantara, Kamboja, Vietnam, China, Korea, dan Jepang. Di antara mereka ada pula yang langsung berlayar ke Nusantara.
b. Jalur Darat
Para penyebar yang menggunakan jalur darat ada yang ikut menumpang para kafilah melalui jalur sutera, yaitu dari India ke Tibet terus ke utara hingga sampai di China, korea dan Jepang.
4. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha ke Indonesia
a. Berkembangnya Pengaruh Hindu – Budha di Indonesia
Masuknya pengaruh kebudayaan Hindu-Budha (India), menyebabkan kebudayaan Indonesia mengalami berbagai perubahan dalam aspek kehidupan masyarakat.
1. Bidang Agama
Bangsa kita semula menganut animisme dan dinamisme, berubah menjadi menganut agama Hindu atau Budha.
2. Bidang Politik/Pemerintahan
Pada awalnya kepala pemerintahan yang ada di Indonesia hanya kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha maka bangsa kita mengenal sistem pemerintahan yang lebih teratur, dalam bentuk kerajaan dengan kepalanya seorang raja.
3. Bidang Filsafat
Adanya pengaruh cerita Ramayana dan Mahabarata, memberi pengaruh pada masyarakat bangsa kita, bahwa kejahatan akhirnya dapat dikalahkan oleh kebajikan.
4. Bidang Kebudayaan/Kesenian
Seni Arsitektur, di Indonesia banyak peninggalan-peninggalan bangunan candi, seperti di India
Seni Sastra, dengan dikenalnya tulisan dan bahasa, membawa pengaruh positif terhadap perkembangan sastra di Indonesia.
b. Berkembangnya Kerajaan-Kerajaan Yang Bercorak Hindu – Budha
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur di tepi sungai Mahakam. Sumber Sejarah Kerajaan Kutai adalah prasasti yang dipekatkan pada tiang batu sebagai peringatan upacara korban yang disebut Yupa. Ada sebanyak 7 buah yupa berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dari prasasti tersebut dapat disimpulkan :
- Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke 5 M
- Kerajaan Kutai diperintah sang Maharaja Kudungga yang mempunyai anak bernama Aswawarman. Aswawarman mempunyai 3 orang anak yang terkenal adalah Mulawarman.
Raja Mulawarman raja yang terbesar dan mulia. Hal ini diwujudkan dalam pemberian sedekah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana ditempat suci bernama Waprakeswara. Agama yang dianut berajaan adalah Hindu-Syiwa. Raja-raja yang pernah memerintah Kutai adalah Kudungga, Aswawarman, Mulawarman
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara terletak di tepi Sungai Citarum atau Sungai Cisadane Bogor, Jawa Barat. Adapun sumber sejarah kerajaan Tarumanegara adalah:
1. Berita dari Cina
- Catatan Fa-Hien (414 M), yang mengatakan terdapatnya negara Ye - Po - ti (Jawa)
- Catatan Dinasti Tang dan Sung, yang menyebutkan kerajaan Tolomo (Taruma) pernah mengirimkan utusan ke Cina.
2. Prasasti yang ditemukan di Jawa Barat (7 buah) seperti : Prasasti Citareum/Citarum, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten (semua didaerah Bogor), prasasti Tugu di Jakarta, Prasasti Lebak di Banten Selatan. Prasasti tersebut bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa sanskerta. Dari sumber sejarah tersebut dapat disimpulkan :
1. Kerajaan Taruma diperkirakan berdiri pada abad 5 M
2. Kerajaan Taruma diperintah Raja Purnawarman
3. Agama yang dianut kerajaan yaitu Hindu Pemuja Wisnu
4. Raja Purnawarman seorang Raja yang gagah dan berani dalam perang, juga memperhatikan kehidupan rakyat yang ditunjukkan dalam Prasasti Tugu yaitu melakukan penggalian saluran Gomati pada sungai Candrabaga ± 11 Km selesai dalam waktu 21 hari. Tujuannya untuk mengairi sawah dan menahan bahaya banjir. Setelah selesai diadakan selamatan memberi korban 1000 sapi kepada Brahmana.
3. Kerajaan Holing / Kalingga
a. Diperkirakan terletak di Jawa Tengah sebelah utara Gunung Muria
b. Sumber Sejarah
- Catatan Cina, bahwa pada abad 7 M di Jawa Tengah telah berdiri kerajaan Holing atau Kaling (Kalingga), pernah mengirimkan utusan ke Cina.
- Catatan I-Tsing (664) disebut pendeta Cina Hwi-Ning (Hui-Ning) mengunjungi kerajaan Holing dan berusaha menterjemahkan kitab Budha Hinayama yang dibantu oleh pendeta bernama Jnanabadra (berarti sebagian masyarakat telah beragama budha).
c. Raja yang memerintahkan adalah Raja Putri “Ratu Sima”, yang bijaksana, adil dan keras, beragama Hindu-Syiwa.
4. Kerajaan Kanjuruhan
a. Kerajaan kanjuruhan diperkirakan terletak di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
b. Sumber Sejarah
- Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 dengan menggunakan tulisan Jawa Kuno dan berbahasa sanskerta. Prasasti Dinoyo menyebutkan bahwa raja yang pertama bernama Dewasiwuka, putranya bernama Liswa, setelah dilantik menjadi raja bernama gajayana.
- Gajayana memuja sang Agastya (Dewa Siwa), dengan membuat Candi Badut.
5. Kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataram lama pada umumnya dikuasai oleh dua dinasti (keluarga) yaitu keluarga Sanjaya dan Syailendra.
a. Keluarga Sanjaya (di Jawa Tengah Utara) beragama Hindu
b. Keluarga Syailendra (di Jawa Tengah Selatan) beragama Budha
Tetapi dua keluarga ini dapat bersatu ditandai dengan perkawinan antara Rakai Pikatan (Sanjaya) dengan Pramodhawardani (Syailendra).
5.1. Kerajaan Mataram (Dinasti Sanjaya)
a. Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah, dikelilingi gunung (Serayu, Prau, Sindoro, Sumbing, Ungaran, Merbabu, Sewu) dan daerahnya dialiri sungai (Bogowonto, Progo, Elo, Bengawan Solo)
b. Sumber Sejarah
dapat diketahui dari Prasasti Canggal (732 M), Prasasti Belitung/Mantyasih (907 M), Prasasti Agapura.
c. Raja-raja yang memerintah, berdasarkan prasati Balitung :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watukumalang
9. Sri Maharaja Rakai Watukura Diah Balitung
d. Berakhirnya Kerajaan Mataram Lama (Jawa Tengah)
Pengganti Raja Balitung , berturut-turut adalah Daksa, Tulodong dan Wawa (Wawa Raja terakhir Dinasti Sanjaya). Oleh Empu Sendok (menantu Wawa) pusat pemerintahan dipindak ke Jawa Timur, dengan alasan :
1. Keadaan Jawa Tengah kurang menguntungkan karena tidak memiliki pelabuhan yang baik.
2. Sering terjadi bencana alam terutama meletusnya Gunung Merapi.
3. Terancam oleh kerajaan Sri Wijaya.
e. Perkembangan politik kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataran didirikan oleh Sanjaya, selanjutnya mengalami perkembangan pesat. Pada pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menjadi penguasa tunggal atas wilayah Jawa Tengah, dan mencapai masa kejayaan sewaktu raja Diak Balitung. Adapun faktor yang mendukung pertumbuhan menjadi besar yaitu :
1. Wilayah terletak di daerah subur
2. Raja-rajanya cakap dan bijaksana
3. Ada hubungan harmonis antara raja dengan kaum Brahmana/para pendeta.
4. Adanya toleransi antara umat Hindu dan Budha sehingga terjalin kerukunan hidup yang baik.
5. Raja-raja Mataram mampu menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan negara kerajaan disekitarnya (Sri wijaya, Siam, India, Cina).
f. Peninggalan budaya berupa candi bercorak Hindu seperti : Candi Komplek Diang, Candi Gedong Songo, Prambanan, Sambisari dan Boko.
5.2. Kerajaan Mataram (Dinasti Syailendra)
a. Diperkirakan antara daerah Bagelen dan Yogyakarta pada pemerintahan Balaputradewa pusatnya di gunung selatan (berdasar bukti peninggalan istana Ratu Boko).
b. Sumber sejarah berupa prasasti : kalasan (776 M) Klurak (782 M) didaerah Prambanan, Prasasti karang Tengah (824 M), Ratu Boko (856 M), Nalanda (860 M).
c. Raja-raja yang memerintah, berdasarkan prasasti raja Syailendra berturut-turut : Bhanu Wisnu, Indra, Samarathangga, Balaputradewa.
d. Kehidupan politik, kerajaan Syailendra mencapai kejayaan pada masa Samarathungga. Tetapi setelah Pramodhawardani, kerajaan digabung dengan Mataram Sanjaya (melalui politik perkawinan).
e. Peninggalan budaya berupa candi bercorak budha seperti : Mendhut, Pawon, Borobudur, Sari dan Sewu.
6. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri abad 7, ibukotanya mengalami beberapa kali perpindahan dari Muara Takus, ke Jambi dan akhirnya ke Palembang. wilayah kerajaan Sri Wijaya sangat luas yaitu meliputi beberapa daerah di wilayah nusantara. maka Sri Wijaya merupakan “Negara Nasional yang Pertama”. puncak kejayaannya terjadi pada abad 9 yaitu pada masa pemerintahan raja Bala Putra Dewa dari dinasti Syailendra (Mataram Kuno).
a. Sumber Sejarahnya
1. Berupa Prasasti :
- Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kedukan Batu terdapat di Palembang
- Prasasti Kota Kapur terdapat di Pulau Bangka
- Prasasti Karang Birahi terdapat di Jambi
Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallwa berbahasa Melayu Kuno.
- Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan)
- Prasasti Ligor (Semenanjung Malaka)
- Prasasti Nalanda (India)
2. Berita Cina : musafir Cina yang bernama I-Tsing pernah singgah di Sri Wijaya, selama enam (6) bulan dalam perjalanan dari Kanton (Cina) menuju India. dan sekembalinya dari India ia singgah di Sri Wijaya selama 4 tahun.
b. Peranan Sriwijaya
1. Di bidang Politik, keberhasilannya memperluas wilayah hingga ke pulai lain, maka Sriwijaya mendapat julukan sebagai negara nasional pertama di Indonesia
2. Di bidang Ekonomi perdagangan, dilihat dari jalur pelayaran India-Cina atau sebaliknya maka kedudukan Sriwijaya amat strategis, dimana kapal-kapal dagang yang akan atau dari Cina ke Indonesia tentu lewat dan singgah di Sriwijaya, sehingga menjadi pusat perdagangan.
3. Di bidang Agama, Sriwijaya tampil sebagai pusat agama Budha di Asia Tenggara. Di pusat kerajaan terdapat terdapat perguruan tinggi agama budha dan ilmu bahasa sanskerta. Banyak Biksu Sriwijaya yang terkenal, seperti : Amogawajra, Salayakirti, Dharmakirti, dan Dharmapaka.
4. Di bidang Maritim, untuk menjaga wilayah yang luas dan demi keamanan perdagangan laut, maka Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat. Sriwijaya mampu menguasai lautan nusantara dan dapat melindungi perdagangan, sehingga disebut sebagai negara “Maritim”.
c. Raja-raja yang pernah memerintah Sriwijaya
- Dapunta Hyang, sebagai pendiri
- Bala Putra Dewa (Dinasti Syailendra), kerajaan mencapai kejayaan.
- Sanggrama Tungga Wijayatunggawarman
Guru besar agama Budha Sriwijaya yang terkenal : Dharmapala dan Sakyarti
d. Peninggalan
Prasasti-prasasti yang berbahasa Melayu Kuno, area Budha di bukit Siguntang Palembang, Candi Muara Takus di Riau.
e. Berakhirnya kerajaan Sriwijaya :
- Diserang oleh Raja Rajendra Cola dari kerajaan Colamandala (India) tahun 1025.
- Diserang raja Kertanegara dari Singosari, yang terkenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu tahun 1275
- Serangan angkatan laut Mojopahit tahun 1377
7. Kerajaan Medang Kamulan/ Mataram – Jawa Timur
a. Kerajaan Medang terletak di Tambelang-Jombang kemudian di pindahkan ke Watu Galuh di antara gunug Semeru dan gunung Wilis Jawa Timur.
Pendiri kerajaan Medang : Empu Sendok dengan Wangsa Isyana
b. Sumber Sejarah
Kerajaan Medang dapat diketahui dari keberadaan prasasti yang dibuat Empu Sendok, seperti : prasasti Pucangan, Anjuk Landang, dan prasasti Calcuta.
c. Pemerintahan Wangsa Isyana
ð Empu Sendok (929-948)
Pada masa Empu Sendok berhasil ditulis buku suci agama Budha : Sang Hyang Kamanikan
ð Dharmawangsa (991-1016)
Pada masa pemerintahannya terjadi peristiwa Pralaya (gugurnya Dharmawangsa dan keluarga karena diserang kerajaan Wora Wari dari Jawa)
ð Airlangga (1019-1049)
Pada masa Airlangga dibangun Bendungan Waringin Supta dan Muncul kitab Arjuna Wiwaha gubahan Empu Kanwa. Pada tahun 1041 kerajaan dibagi menjadi dua yaitu :
- Panjalu atau Kediri dengan Ibu Kota Daha
- Jenggala denagan Ibu kota Kahuripan
8. Kerajaan Bali
Kerajaan Bali merupakan kerajaan Hindu yang dipimpin oleh Wangsa Warmadewa. Raja-raja terkenal dari wangsa Warmadewa adalah : Sri Candra Bhayasingka Warmadewa, Udayana, Anak Wungsu, (1049-1077). Sedangkan raja-raja sesudah wangsa Warmadewa adalah : Sri Jayasakti, dan Jayapangus.
9. Kerajaan Kediri
Dalam perang saudara anatara Jenggala dan Kediri, akhirnya peranag dimenangkan oleh Kediri dan kerajaan dapat dipersatukan kembali. Wilayah kerajaan Kediri awalnya meliputi Kediri, Madiun, dan bagian Medang Kamulan, Ibu Kota di Daha.
a. Sumber Sejarah
1) Prasasti : P. Sirah Keting, Prasasti di Tulungagung dan Kertosonso, P. Ngantang, P. Jaring, P. Kamulan.
2) Berita Cina, berasal dari Kroink Chu Fan Chi yang dikarang oleh Ju Kua.
b. Raja-raja yang memeritah Kediri
Jayawarsa (1104-1116) selanjutnya digantikan berturut-turut Bameswara (1117-1135), Jayabhaya (1135-1157), Sarweswara (1159-1161), Aryeswara (1169-1181), Gandra (1181) Kamesrawa (1182-1185), Kertajaya (1190-1222) Kediri mencapai kejayaan pada masa Raja Jayabhaya.
c. Berakhirnya kerajaan Kediri
Pada tahun 1222 Raja Kertajaya diserang oleh Ken Arok dari Tumapel dalam peristiwa Ganter. Sejak peristiwa ini maka tamatlah kerajaan Kediri.
d. Peninggalan budaya yang nampak adalah di bidang sastra
1. Krisnayana, zaman raja jayawarsa
2. Bharatayudha, oleh Empu Sidah dan Panuluh zaman raja Jayabaya
3. Arjuna Wiwaha, oleh Empu Kanwa zaman raja Jayabaya
4. Hariwangsa, oleh Empu Panuluh (Jayabaya)
5. Smaradahana, oleh Empu Dharmaja (Kameswara)
6. Writtasancaya dan Lubdaka, oleh Empu Tanakung
10. Kerajaan Singosari
Kerajaan Singosari terletak di sebelah utara Malang Jawa Timur dibangun oleh Ken Arok setelah dapat mengalahkan kertajaya dari Kediri tahun 1222 M.
a. Sumber Sejarahnya
1) Kitab Pararaton, Kitab Negarakertayama
2) Prasasti Balawi, Maribong, Kusmala, dan Mula Malarung.
3) Berita Cina, yang menyatakan Kaisar Kubilai Khan pernah mengirim pasukan untuk menklukkan Singosari
b. Raja Singosari setelah Ken Arok (Sri Rajasa) berturut-turut adalah: Anusopati, Tohjoyo, Wisnu Wardhana/ Ranggawuni, Kertanegara (raja terbesar dan sekaligus raja terakhir Singosari)
c. Kehancuran Singosari, akibat serangan raja Jayakatwang (Kediri)
Kehidupan budaya, seni arsitektur berkembang. Peninggalan berupa candi seperti: Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singosari, Arca Dewi Prajnaparamita (perwujudan Ken Dedes) arca Joko Dolok (Perwujudan Kertanegara). Kitab Pararaton: menceritakan riwayat raja-raja Singosari, Negara Kertagama: memuat silsilah raja Mojopahit yang berhubungan dengan raja “Singosari”.
11. Kerajaan Majapahit
1. Lokasi pusat kerajaan Mojopahit diperkirakan terdapat di Trowulan mojokerto Jawa Timur
2. Berdirinya kerajaan Mojopahit
Pada tahun 1292 Jayakatwang Raja Kediri menyerang Singosari dan raja Kertanegara terbunuh. Raden Wijaya menantu Kertanegara melarikan diri ke Madura. Oleh Adipati Madura raden Wijaya disarankan menyerahkan diri dan mengabdi kepada Raja Jayakatwang.
Sementara itu datanglah pasukan Cina yakni tentara Kubilai Khan untuk menyerang Raja Kertanegara. Namun mereka tidak tahu kalau raja Kertanegara sudah wafat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk merebut kekuasaan dari tangan Jayakatwang. Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Cina, akibatnya Kediri dapat dihancurkan. Pasukan Cina yang akan kembali ke pelabuhan diserang secara mendadak oleh Raden Wijaya sehingga pasukan cina cerai berai dan meninggalkan Jawa Timur.
Pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja Mojopahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Si masa pemerintahannya keadaan Majapahit aman dan tentram. Untuk memperkuat kedudukannya Raden Wijaya memperistri keempat putri Kertanegara. Pada tahun 1309 Raden Wijaya wafat, jenasahnya dimakamkan di dimping atau candi sumberjati dekat Blitar. Kemudian diganti putranya yaitu Kalagemet atau Jayanegara.
Pada masa pemerintahan Jayanegara, Mojopahit sering terjadi pemberontakan, antara lain: pemberontakan Ronggolawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Numbi (1316), pemberontakan Semi (1316) danpemberontakan Kuti (1319). Namun semua pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Gajah Mada. Pada tahun 1328 Jayanegara wafat diganti oleh Tribuana Tunggal Dewi.
Pada masa pemerintahan Tribuana Tunggal Dewi di Mojopahit terjadi pemberontakan Sadeng (1331) pemberontakan tersebut juga berhasil dipadamkan Gajah Mada. Karena jasanya, Gajah Mada mengucapkan sumpah PALAPA yang artinya “saya tidak akan makan palapa sebelum Nusantara bersatu di bawah Mojopahit”. Gagasan Gajah Mada mulai dilaksanakan , tahun 1343 Bali dapat ditundukkan, berikutnya kerajaan-kerajaan Melayu berhasil dikuasai (Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua, Sumatra) juga dikuasai.
Pada tahun 1350 Tribuana Tunggal Dewi wafat digantikan putranya Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada cita-cita menyatukan seluruh Nusantara dapat terlaksana. Wilayah Mojopahit meliputi seluruh Nusantara dan di luar wilayah Nusantara sehingga dinamakan “Negara Nasional Indonesia yang kedua”
3. Hubungan Mojopahit dengan negara tetangga sangat baik. Persahabatan tersebut dianamakan Mitrakasatata artinya kerjasama dalam perdagangan.
4. Berakhirnya kerajaan Mojopahit disebabkan:
a. Tidak ada pengganti cakap seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada
b. Terjadinya perang Paregreng
c. Terdesak oleh masuknya Islam dan berdirinya kerajaan Islam
d. PerdaganganMojopahit mundur sebab terdesak Malaka
Peristiwa runtuhnya Mojopahit ini ditandai dalam Candrasengkala sirna-ilang-kertaning-bhumi (1400 saka/ 1478 M)
5. Hasil Seni budaya yang berupa bangunan candi antara lain: candi penatran (Blitar), Pori (Porong) Sumentar dan Sumberjati (Blitar), candi Tikus (Trowulan, Mojokerto)
Hasil seni sastra yang terkenal
a. Kitab negara kertagama (empu Prapanca) berisi tentang kisah kerajaan Majapahit.
b. Kitab Sutasoma atau Puru sada Santa (Empu Tantular). Dari kitab inilah kalimat pada kakilambang negara kita diambil, yaitu “Bhineka Tunggal Ika TanHana Dharma mangrwa”
c. Kitab Arjunawiwaha ( karya Empu Tantular)
sumber : http://sekelebatilmu.blogspot.com/2013/03/rangkuman-ips-kelas-7-tentang-kerajaan.html
thanks for watching and learning :) Hope usefull and leave comments ! :D
a. Agama Hindu
Sebelum Hindu lahir, di lembah Sungai Indus (sekarang wilayah Pakistan) telah berkembang kebudayaan yang tinggi yaitu “Kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa” milik bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya melalui celah Kaiber masuk ke India, menakhlukkan dan menguasai kota-kota di lembah Indus yang tadinya dikuasai oleh bangsa Dravida. Dalam penyebarannya suku bangsa Arya ada yang melangsugkan pernikahan dengan orang-orang Dravida sehingga terbentuklah masyarakat dan generasi baru yang disebut “Bangsa Hindu”. Tradisi dan kepercayaan bangsa Hindu inilah yang disebut agama dan kebudayaan Hindu.
Agama hindu merupakan kepercayaan yang memuja dan menyembah banyak dewa (politheisme) dewa utamanya disebut TRIMURTI terdiri dari Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara) dan Siwa (dewa perusak). Kitab suci agama Hindu adalah kitab Weda, yang terdiri atas 4 bagian :
1. Rigweda berisi pujian terhadap dewa
2. Samaweda berisi nyanyian suci
3. Yajurweda berisi mantra-mantra
4. Atharwaweda berisi doa-doa untuk pengobatan
Dalam kehidupan masyarakat dikenal empat kasta yaitu : Brahmana (terdiri para pendeta) Ksatria (terdiri para raja, bangsawan, prajurit), Waisya (terdiri para pengusaha, pedagang) dan Sudra (terdiri pekerja kasar dan rakyat jelata).
b. Agama Budha
Agama budha diajarkan pertama kali oleh Sidharta Gautama/Budha Gautama putra raja Sudhodana dari Kerajaan Kosala di Kapilawastu.
Pokok ajaran agama budha adalah bahwa manusia hidup itu dalam keadaan Samsara (menderita) oleh sebab itu setiap manusia wajib melepaskan diri dari kesengasaraan dengan cara memadamkan berbagai nafsu. Nafsu dapat dipadamkan dengan menjalankan Astavida (delapan jalan) kebenaran.
Kitab suci agama budha adalah Tripitaka yang terdiri dari tiga bagian : Winaya pitaka, Sutrantapitake, Abhidarmapitaka. Dalam perkembangan agama Budha pecah menjadi 2 aliran :
1. Budha Mahayana (kendaraan besar), manusia dapat mencapai nirwana dengan perantaraan Bodhisatwa.
2. Budha Hinayana (kendaraan kecil), usaha mencapai nirwana hanya dapat dilakukan oleh manusia secara perorangan.
2. Proses Masuk dan berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia
Bangsa Indonesia mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan internasional, sehingga banyak dilalui dan disinggahi oleh pedagang-pedagang asiing terutama India dan Cina. Proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia melalui kegiatan perdagangan. Hal itu terjadi dengan ikut sertanya para pendeta yang datang bersamaan dengan para pedagang untuk menyebarkan agama.
Para pendeta selama berada di Indonesia banyak mempunyai murid. Murid-murid ini banyak yang berziarah ke India untuk menambah ilmunya. Setelah dari India mereka ikut menyebarkan agama dengan bahasa mereka sendiri sehingga mudah dimengerti dan diterima masyarakat. Faktor pendukung lain yang mempercepat berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu adalah raja-raja di Indonesia mendatangkan para pendeta dari India untuk memimpin upacara pemujaan atau upacara korban. Masuknya agama Budha dibawa oleh para Bhiksu, salah satunya adalah Bhiksu Gunawan atau Gunawarman dari Kashmir. Ada beberapa teori yang mengatakan golongan pembawa Hindu-Budha ke Indonesia :
1. Teori Waisya (oleh N.J. Krom) pembawanya para pedagang India
2. Teori Ksatria (oleh C.C. Berg) pembawanya para ksatria India.
3. Teori Brahmana (oleh Van Leur), para Brahmana yang diundang ke Indonesia.
4. Teori Arus Balik (oleh F.D.K.Bosch) pembawanya orang-orang Indonsia yang belajar ke India.
Ada beberapa keterangan bahwa hubungan antara India dan Indonesia sudah sejak sebelum tahun masehi antara lain :
- Dalam kitab Ramayana disebut nama Jawadwipa (pulau padi) disamakan dengan Pulau Jawa
- Orang India menyebut Swarnadwipa (pulau emas) disamakan dengan Pulau Sumatra.
- Pengiriman Biksu Budha ke Swarnadwipa atau Sumatra oleh Raja Asoka dari kerajaan Maurya di Pataliputra.
- Ditemukannya patung Budha bergaya Amarawati di Sempaga (Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Palembang)
- Ditemukan prasasti yang terbentuk Yupa pada awal abad ke-5 M di Kalimantan Timur.
3. Jalur Masuk Hindu-Budha ke Indonesia
a. Jalur Laut
Para pedagang dan pendeta menyebarkan Hindu-Budha ke Nusantara melalui jalur darat dan jalur laut. Mereka yang melalui jalur laut mengikuti rombongan pedagang yang melakukan pelayaran dari Asia Selatan ke Asia Timur. Rute penyebarannya adalah mulai dari India, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Nusantara, Kamboja, Vietnam, China, Korea, dan Jepang. Di antara mereka ada pula yang langsung berlayar ke Nusantara.
b. Jalur Darat
Para penyebar yang menggunakan jalur darat ada yang ikut menumpang para kafilah melalui jalur sutera, yaitu dari India ke Tibet terus ke utara hingga sampai di China, korea dan Jepang.
4. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha ke Indonesia
a. Berkembangnya Pengaruh Hindu – Budha di Indonesia
Masuknya pengaruh kebudayaan Hindu-Budha (India), menyebabkan kebudayaan Indonesia mengalami berbagai perubahan dalam aspek kehidupan masyarakat.
1. Bidang Agama
Bangsa kita semula menganut animisme dan dinamisme, berubah menjadi menganut agama Hindu atau Budha.
2. Bidang Politik/Pemerintahan
Pada awalnya kepala pemerintahan yang ada di Indonesia hanya kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha maka bangsa kita mengenal sistem pemerintahan yang lebih teratur, dalam bentuk kerajaan dengan kepalanya seorang raja.
3. Bidang Filsafat
Adanya pengaruh cerita Ramayana dan Mahabarata, memberi pengaruh pada masyarakat bangsa kita, bahwa kejahatan akhirnya dapat dikalahkan oleh kebajikan.
4. Bidang Kebudayaan/Kesenian
Seni Arsitektur, di Indonesia banyak peninggalan-peninggalan bangunan candi, seperti di India
Seni Sastra, dengan dikenalnya tulisan dan bahasa, membawa pengaruh positif terhadap perkembangan sastra di Indonesia.
b. Berkembangnya Kerajaan-Kerajaan Yang Bercorak Hindu – Budha
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur di tepi sungai Mahakam. Sumber Sejarah Kerajaan Kutai adalah prasasti yang dipekatkan pada tiang batu sebagai peringatan upacara korban yang disebut Yupa. Ada sebanyak 7 buah yupa berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dari prasasti tersebut dapat disimpulkan :
- Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke 5 M
- Kerajaan Kutai diperintah sang Maharaja Kudungga yang mempunyai anak bernama Aswawarman. Aswawarman mempunyai 3 orang anak yang terkenal adalah Mulawarman.
Raja Mulawarman raja yang terbesar dan mulia. Hal ini diwujudkan dalam pemberian sedekah 1000 ekor sapi kepada para Brahmana ditempat suci bernama Waprakeswara. Agama yang dianut berajaan adalah Hindu-Syiwa. Raja-raja yang pernah memerintah Kutai adalah Kudungga, Aswawarman, Mulawarman
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara terletak di tepi Sungai Citarum atau Sungai Cisadane Bogor, Jawa Barat. Adapun sumber sejarah kerajaan Tarumanegara adalah:
1. Berita dari Cina
- Catatan Fa-Hien (414 M), yang mengatakan terdapatnya negara Ye - Po - ti (Jawa)
- Catatan Dinasti Tang dan Sung, yang menyebutkan kerajaan Tolomo (Taruma) pernah mengirimkan utusan ke Cina.
2. Prasasti yang ditemukan di Jawa Barat (7 buah) seperti : Prasasti Citareum/Citarum, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten (semua didaerah Bogor), prasasti Tugu di Jakarta, Prasasti Lebak di Banten Selatan. Prasasti tersebut bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa sanskerta. Dari sumber sejarah tersebut dapat disimpulkan :
1. Kerajaan Taruma diperkirakan berdiri pada abad 5 M
2. Kerajaan Taruma diperintah Raja Purnawarman
3. Agama yang dianut kerajaan yaitu Hindu Pemuja Wisnu
4. Raja Purnawarman seorang Raja yang gagah dan berani dalam perang, juga memperhatikan kehidupan rakyat yang ditunjukkan dalam Prasasti Tugu yaitu melakukan penggalian saluran Gomati pada sungai Candrabaga ± 11 Km selesai dalam waktu 21 hari. Tujuannya untuk mengairi sawah dan menahan bahaya banjir. Setelah selesai diadakan selamatan memberi korban 1000 sapi kepada Brahmana.
3. Kerajaan Holing / Kalingga
a. Diperkirakan terletak di Jawa Tengah sebelah utara Gunung Muria
b. Sumber Sejarah
- Catatan Cina, bahwa pada abad 7 M di Jawa Tengah telah berdiri kerajaan Holing atau Kaling (Kalingga), pernah mengirimkan utusan ke Cina.
- Catatan I-Tsing (664) disebut pendeta Cina Hwi-Ning (Hui-Ning) mengunjungi kerajaan Holing dan berusaha menterjemahkan kitab Budha Hinayama yang dibantu oleh pendeta bernama Jnanabadra (berarti sebagian masyarakat telah beragama budha).
c. Raja yang memerintahkan adalah Raja Putri “Ratu Sima”, yang bijaksana, adil dan keras, beragama Hindu-Syiwa.
4. Kerajaan Kanjuruhan
a. Kerajaan kanjuruhan diperkirakan terletak di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
b. Sumber Sejarah
- Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 dengan menggunakan tulisan Jawa Kuno dan berbahasa sanskerta. Prasasti Dinoyo menyebutkan bahwa raja yang pertama bernama Dewasiwuka, putranya bernama Liswa, setelah dilantik menjadi raja bernama gajayana.
- Gajayana memuja sang Agastya (Dewa Siwa), dengan membuat Candi Badut.
5. Kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataram lama pada umumnya dikuasai oleh dua dinasti (keluarga) yaitu keluarga Sanjaya dan Syailendra.
a. Keluarga Sanjaya (di Jawa Tengah Utara) beragama Hindu
b. Keluarga Syailendra (di Jawa Tengah Selatan) beragama Budha
Tetapi dua keluarga ini dapat bersatu ditandai dengan perkawinan antara Rakai Pikatan (Sanjaya) dengan Pramodhawardani (Syailendra).
5.1. Kerajaan Mataram (Dinasti Sanjaya)
a. Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah, dikelilingi gunung (Serayu, Prau, Sindoro, Sumbing, Ungaran, Merbabu, Sewu) dan daerahnya dialiri sungai (Bogowonto, Progo, Elo, Bengawan Solo)
b. Sumber Sejarah
dapat diketahui dari Prasasti Canggal (732 M), Prasasti Belitung/Mantyasih (907 M), Prasasti Agapura.
c. Raja-raja yang memerintah, berdasarkan prasati Balitung :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watukumalang
9. Sri Maharaja Rakai Watukura Diah Balitung
d. Berakhirnya Kerajaan Mataram Lama (Jawa Tengah)
Pengganti Raja Balitung , berturut-turut adalah Daksa, Tulodong dan Wawa (Wawa Raja terakhir Dinasti Sanjaya). Oleh Empu Sendok (menantu Wawa) pusat pemerintahan dipindak ke Jawa Timur, dengan alasan :
1. Keadaan Jawa Tengah kurang menguntungkan karena tidak memiliki pelabuhan yang baik.
2. Sering terjadi bencana alam terutama meletusnya Gunung Merapi.
3. Terancam oleh kerajaan Sri Wijaya.
e. Perkembangan politik kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataran didirikan oleh Sanjaya, selanjutnya mengalami perkembangan pesat. Pada pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menjadi penguasa tunggal atas wilayah Jawa Tengah, dan mencapai masa kejayaan sewaktu raja Diak Balitung. Adapun faktor yang mendukung pertumbuhan menjadi besar yaitu :
1. Wilayah terletak di daerah subur
2. Raja-rajanya cakap dan bijaksana
3. Ada hubungan harmonis antara raja dengan kaum Brahmana/para pendeta.
4. Adanya toleransi antara umat Hindu dan Budha sehingga terjalin kerukunan hidup yang baik.
5. Raja-raja Mataram mampu menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan negara kerajaan disekitarnya (Sri wijaya, Siam, India, Cina).
f. Peninggalan budaya berupa candi bercorak Hindu seperti : Candi Komplek Diang, Candi Gedong Songo, Prambanan, Sambisari dan Boko.
5.2. Kerajaan Mataram (Dinasti Syailendra)
a. Diperkirakan antara daerah Bagelen dan Yogyakarta pada pemerintahan Balaputradewa pusatnya di gunung selatan (berdasar bukti peninggalan istana Ratu Boko).
b. Sumber sejarah berupa prasasti : kalasan (776 M) Klurak (782 M) didaerah Prambanan, Prasasti karang Tengah (824 M), Ratu Boko (856 M), Nalanda (860 M).
c. Raja-raja yang memerintah, berdasarkan prasasti raja Syailendra berturut-turut : Bhanu Wisnu, Indra, Samarathangga, Balaputradewa.
d. Kehidupan politik, kerajaan Syailendra mencapai kejayaan pada masa Samarathungga. Tetapi setelah Pramodhawardani, kerajaan digabung dengan Mataram Sanjaya (melalui politik perkawinan).
e. Peninggalan budaya berupa candi bercorak budha seperti : Mendhut, Pawon, Borobudur, Sari dan Sewu.
6. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri abad 7, ibukotanya mengalami beberapa kali perpindahan dari Muara Takus, ke Jambi dan akhirnya ke Palembang. wilayah kerajaan Sri Wijaya sangat luas yaitu meliputi beberapa daerah di wilayah nusantara. maka Sri Wijaya merupakan “Negara Nasional yang Pertama”. puncak kejayaannya terjadi pada abad 9 yaitu pada masa pemerintahan raja Bala Putra Dewa dari dinasti Syailendra (Mataram Kuno).
a. Sumber Sejarahnya
1. Berupa Prasasti :
- Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kedukan Batu terdapat di Palembang
- Prasasti Kota Kapur terdapat di Pulau Bangka
- Prasasti Karang Birahi terdapat di Jambi
Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallwa berbahasa Melayu Kuno.
- Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan)
- Prasasti Ligor (Semenanjung Malaka)
- Prasasti Nalanda (India)
2. Berita Cina : musafir Cina yang bernama I-Tsing pernah singgah di Sri Wijaya, selama enam (6) bulan dalam perjalanan dari Kanton (Cina) menuju India. dan sekembalinya dari India ia singgah di Sri Wijaya selama 4 tahun.
b. Peranan Sriwijaya
1. Di bidang Politik, keberhasilannya memperluas wilayah hingga ke pulai lain, maka Sriwijaya mendapat julukan sebagai negara nasional pertama di Indonesia
2. Di bidang Ekonomi perdagangan, dilihat dari jalur pelayaran India-Cina atau sebaliknya maka kedudukan Sriwijaya amat strategis, dimana kapal-kapal dagang yang akan atau dari Cina ke Indonesia tentu lewat dan singgah di Sriwijaya, sehingga menjadi pusat perdagangan.
3. Di bidang Agama, Sriwijaya tampil sebagai pusat agama Budha di Asia Tenggara. Di pusat kerajaan terdapat terdapat perguruan tinggi agama budha dan ilmu bahasa sanskerta. Banyak Biksu Sriwijaya yang terkenal, seperti : Amogawajra, Salayakirti, Dharmakirti, dan Dharmapaka.
4. Di bidang Maritim, untuk menjaga wilayah yang luas dan demi keamanan perdagangan laut, maka Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat. Sriwijaya mampu menguasai lautan nusantara dan dapat melindungi perdagangan, sehingga disebut sebagai negara “Maritim”.
c. Raja-raja yang pernah memerintah Sriwijaya
- Dapunta Hyang, sebagai pendiri
- Bala Putra Dewa (Dinasti Syailendra), kerajaan mencapai kejayaan.
- Sanggrama Tungga Wijayatunggawarman
Guru besar agama Budha Sriwijaya yang terkenal : Dharmapala dan Sakyarti
d. Peninggalan
Prasasti-prasasti yang berbahasa Melayu Kuno, area Budha di bukit Siguntang Palembang, Candi Muara Takus di Riau.
e. Berakhirnya kerajaan Sriwijaya :
- Diserang oleh Raja Rajendra Cola dari kerajaan Colamandala (India) tahun 1025.
- Diserang raja Kertanegara dari Singosari, yang terkenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu tahun 1275
- Serangan angkatan laut Mojopahit tahun 1377
7. Kerajaan Medang Kamulan/ Mataram – Jawa Timur
a. Kerajaan Medang terletak di Tambelang-Jombang kemudian di pindahkan ke Watu Galuh di antara gunug Semeru dan gunung Wilis Jawa Timur.
Pendiri kerajaan Medang : Empu Sendok dengan Wangsa Isyana
b. Sumber Sejarah
Kerajaan Medang dapat diketahui dari keberadaan prasasti yang dibuat Empu Sendok, seperti : prasasti Pucangan, Anjuk Landang, dan prasasti Calcuta.
c. Pemerintahan Wangsa Isyana
ð Empu Sendok (929-948)
Pada masa Empu Sendok berhasil ditulis buku suci agama Budha : Sang Hyang Kamanikan
ð Dharmawangsa (991-1016)
Pada masa pemerintahannya terjadi peristiwa Pralaya (gugurnya Dharmawangsa dan keluarga karena diserang kerajaan Wora Wari dari Jawa)
ð Airlangga (1019-1049)
Pada masa Airlangga dibangun Bendungan Waringin Supta dan Muncul kitab Arjuna Wiwaha gubahan Empu Kanwa. Pada tahun 1041 kerajaan dibagi menjadi dua yaitu :
- Panjalu atau Kediri dengan Ibu Kota Daha
- Jenggala denagan Ibu kota Kahuripan
8. Kerajaan Bali
Kerajaan Bali merupakan kerajaan Hindu yang dipimpin oleh Wangsa Warmadewa. Raja-raja terkenal dari wangsa Warmadewa adalah : Sri Candra Bhayasingka Warmadewa, Udayana, Anak Wungsu, (1049-1077). Sedangkan raja-raja sesudah wangsa Warmadewa adalah : Sri Jayasakti, dan Jayapangus.
9. Kerajaan Kediri
Dalam perang saudara anatara Jenggala dan Kediri, akhirnya peranag dimenangkan oleh Kediri dan kerajaan dapat dipersatukan kembali. Wilayah kerajaan Kediri awalnya meliputi Kediri, Madiun, dan bagian Medang Kamulan, Ibu Kota di Daha.
a. Sumber Sejarah
1) Prasasti : P. Sirah Keting, Prasasti di Tulungagung dan Kertosonso, P. Ngantang, P. Jaring, P. Kamulan.
2) Berita Cina, berasal dari Kroink Chu Fan Chi yang dikarang oleh Ju Kua.
b. Raja-raja yang memeritah Kediri
Jayawarsa (1104-1116) selanjutnya digantikan berturut-turut Bameswara (1117-1135), Jayabhaya (1135-1157), Sarweswara (1159-1161), Aryeswara (1169-1181), Gandra (1181) Kamesrawa (1182-1185), Kertajaya (1190-1222) Kediri mencapai kejayaan pada masa Raja Jayabhaya.
c. Berakhirnya kerajaan Kediri
Pada tahun 1222 Raja Kertajaya diserang oleh Ken Arok dari Tumapel dalam peristiwa Ganter. Sejak peristiwa ini maka tamatlah kerajaan Kediri.
d. Peninggalan budaya yang nampak adalah di bidang sastra
1. Krisnayana, zaman raja jayawarsa
2. Bharatayudha, oleh Empu Sidah dan Panuluh zaman raja Jayabaya
3. Arjuna Wiwaha, oleh Empu Kanwa zaman raja Jayabaya
4. Hariwangsa, oleh Empu Panuluh (Jayabaya)
5. Smaradahana, oleh Empu Dharmaja (Kameswara)
6. Writtasancaya dan Lubdaka, oleh Empu Tanakung
10. Kerajaan Singosari
Kerajaan Singosari terletak di sebelah utara Malang Jawa Timur dibangun oleh Ken Arok setelah dapat mengalahkan kertajaya dari Kediri tahun 1222 M.
a. Sumber Sejarahnya
1) Kitab Pararaton, Kitab Negarakertayama
2) Prasasti Balawi, Maribong, Kusmala, dan Mula Malarung.
3) Berita Cina, yang menyatakan Kaisar Kubilai Khan pernah mengirim pasukan untuk menklukkan Singosari
b. Raja Singosari setelah Ken Arok (Sri Rajasa) berturut-turut adalah: Anusopati, Tohjoyo, Wisnu Wardhana/ Ranggawuni, Kertanegara (raja terbesar dan sekaligus raja terakhir Singosari)
c. Kehancuran Singosari, akibat serangan raja Jayakatwang (Kediri)
Kehidupan budaya, seni arsitektur berkembang. Peninggalan berupa candi seperti: Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singosari, Arca Dewi Prajnaparamita (perwujudan Ken Dedes) arca Joko Dolok (Perwujudan Kertanegara). Kitab Pararaton: menceritakan riwayat raja-raja Singosari, Negara Kertagama: memuat silsilah raja Mojopahit yang berhubungan dengan raja “Singosari”.
11. Kerajaan Majapahit
1. Lokasi pusat kerajaan Mojopahit diperkirakan terdapat di Trowulan mojokerto Jawa Timur
2. Berdirinya kerajaan Mojopahit
Pada tahun 1292 Jayakatwang Raja Kediri menyerang Singosari dan raja Kertanegara terbunuh. Raden Wijaya menantu Kertanegara melarikan diri ke Madura. Oleh Adipati Madura raden Wijaya disarankan menyerahkan diri dan mengabdi kepada Raja Jayakatwang.
Sementara itu datanglah pasukan Cina yakni tentara Kubilai Khan untuk menyerang Raja Kertanegara. Namun mereka tidak tahu kalau raja Kertanegara sudah wafat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk merebut kekuasaan dari tangan Jayakatwang. Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Cina, akibatnya Kediri dapat dihancurkan. Pasukan Cina yang akan kembali ke pelabuhan diserang secara mendadak oleh Raden Wijaya sehingga pasukan cina cerai berai dan meninggalkan Jawa Timur.
Pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja Mojopahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Si masa pemerintahannya keadaan Majapahit aman dan tentram. Untuk memperkuat kedudukannya Raden Wijaya memperistri keempat putri Kertanegara. Pada tahun 1309 Raden Wijaya wafat, jenasahnya dimakamkan di dimping atau candi sumberjati dekat Blitar. Kemudian diganti putranya yaitu Kalagemet atau Jayanegara.
Pada masa pemerintahan Jayanegara, Mojopahit sering terjadi pemberontakan, antara lain: pemberontakan Ronggolawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Numbi (1316), pemberontakan Semi (1316) danpemberontakan Kuti (1319). Namun semua pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Gajah Mada. Pada tahun 1328 Jayanegara wafat diganti oleh Tribuana Tunggal Dewi.
Pada masa pemerintahan Tribuana Tunggal Dewi di Mojopahit terjadi pemberontakan Sadeng (1331) pemberontakan tersebut juga berhasil dipadamkan Gajah Mada. Karena jasanya, Gajah Mada mengucapkan sumpah PALAPA yang artinya “saya tidak akan makan palapa sebelum Nusantara bersatu di bawah Mojopahit”. Gagasan Gajah Mada mulai dilaksanakan , tahun 1343 Bali dapat ditundukkan, berikutnya kerajaan-kerajaan Melayu berhasil dikuasai (Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua, Sumatra) juga dikuasai.
Pada tahun 1350 Tribuana Tunggal Dewi wafat digantikan putranya Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada cita-cita menyatukan seluruh Nusantara dapat terlaksana. Wilayah Mojopahit meliputi seluruh Nusantara dan di luar wilayah Nusantara sehingga dinamakan “Negara Nasional Indonesia yang kedua”
3. Hubungan Mojopahit dengan negara tetangga sangat baik. Persahabatan tersebut dianamakan Mitrakasatata artinya kerjasama dalam perdagangan.
4. Berakhirnya kerajaan Mojopahit disebabkan:
a. Tidak ada pengganti cakap seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada
b. Terjadinya perang Paregreng
c. Terdesak oleh masuknya Islam dan berdirinya kerajaan Islam
d. PerdaganganMojopahit mundur sebab terdesak Malaka
Peristiwa runtuhnya Mojopahit ini ditandai dalam Candrasengkala sirna-ilang-kertaning-bhumi (1400 saka/ 1478 M)
5. Hasil Seni budaya yang berupa bangunan candi antara lain: candi penatran (Blitar), Pori (Porong) Sumentar dan Sumberjati (Blitar), candi Tikus (Trowulan, Mojokerto)
Hasil seni sastra yang terkenal
a. Kitab negara kertagama (empu Prapanca) berisi tentang kisah kerajaan Majapahit.
b. Kitab Sutasoma atau Puru sada Santa (Empu Tantular). Dari kitab inilah kalimat pada kakilambang negara kita diambil, yaitu “Bhineka Tunggal Ika TanHana Dharma mangrwa”
c. Kitab Arjunawiwaha ( karya Empu Tantular)
sumber : http://sekelebatilmu.blogspot.com/2013/03/rangkuman-ips-kelas-7-tentang-kerajaan.html
thanks for watching and learning :) Hope usefull and leave comments ! :D
Ringkasan Materi "Zaman Pra Sejarah"
BAB I. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
1. PENGERTIAN SEJARAH
Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.
Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :
1. JV. Briche, sejarah adalah : “ It is the record of what man has thought,said and done “.
2. Patrick Gardiner, mengatakan : “ History is the study of what human beings have done“.
3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa : sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
4. Koentowidjojo : Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia
5. Sartono Kartidirdjo : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
Sejarah adalah berbagai b
6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
Kesimpulan : Sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah mengenal tulisan.
2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI
Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali. Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli. Sementara sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.
3. PERIODISASI DAN KRONOLOGI
Periodisasi adalah penentuan pemenggalan kurun waktu yang akan diteliti dan didasarkan pada alasan-alasan tertentu yang rasionall dan ilmiah yang erat kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti. Periodisasi Sejarah Indonesia yang lazim dipakai adalah : 1. Jaman Prasejarah, membicarakan kehidupan manusia purba sebelum adanya tulisan. 2. Jaman Kuno, membicarakan masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha. 3. Jaman modern, yang berlangsung sejak masa perkembangan islam di Indonesia hingga kini. Kronologi merupakan urutan waktu yang tersusun sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
4. KEGUNAAN SEJARAH
Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu :
1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.
2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.
3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan ( pengajaran ) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.
4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain : a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.
BAB II. DASAR-DASAR PENELITIAN SEJARAH
1. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH
1. Heuristik Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah yang sesuai dengan tujuan dari penelitian.
2. Verifikasi Dalam hal ini, peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Setelah data tersebut telah teruji kebenarannya maka akan dinilai apakah data-data tersebut relevan/sesuai dengan permasalahan yang hendak ditulis. Data yang telah teruji kebenarannya akan menjadi fakta sejarah.
3. Interpretasi Adalah proses penafsiran dan merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti dan menjadi dasar argumentasi/pendapat dari penulis sejarah.
4. Historiografi Yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji kebenarannya.
2. SUMBER, BUKTI DAN FAKTA SEJARAH
1. SUMBER SEJARAH
Louis Gotschalk membagi sumber sejarah menjadi dua bagian yaitu sumber Primer merupakan kesaksian dari seorang saksi dengan mata dan kepalanya sendiri. Dan Sumber Sekunder merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi pandangan mata atau yang tidak melihat secara langsung kejadian tersebut.
Sementara itu Nugroho Notosusanto membagi sumber sejarah dalam 3 kategori yaitu : a. Sumber Tertulis merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan tertulis seperti : Prasasti, Babad, Kronik, Dokumen, Arsip, Naskah dan Rekaman b. Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. c. Sumber benda merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan purbakala seperti : candi, alat-alat, senjata, keraton, gua-gua dsb.
2. BUKTI SEJARAH
Merupakan segala peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di masa lampau yang mungkin saja peninggalan itu masih dipergunakan oleh manusia pada masa kini. Contoh, istana kepresidenan dan teks proklamasi.
3. FAKTA SEJARAH
Merupakan data sejarah yang sudah diverifikasi dan diinterpretasikan oleh sejarawan kemudian dijadikan dalil, argumentasi atau dasar pemikiran untuk menulis sejarah.
3. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN
1. SUMBER BERITA DARI PELAKU SEJARAH
Pelaku sejarah merupakan tokoh yang secara langsung mengalami suatu peristiwa yang terjadi namun perlu diingat bahwa keterangan para pelaku kadang bersifat subyektif karena keterangan tersebut benar menurut pelaku sendiri.
2. SUMBER BERITA DARI SAKSI SEJARAH
Saksi sejarah merupakan orang yang pernah melihat atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa dan bukan pelaku sejarah.
3. TEMPAT PERISTIWA SEJARAH
Untuk menentukan tempat atau lokasi peristiwa yang terjadi pada masa lampau diperlukan penafsiran-penafsiran yang matang, misalnya menentukan pusat pemerintahan Kerajaan Bima.
4. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERISTIWA SEJARAH
Latar belakang terjadinya suatu peristiwa menjadi penentu utama munculnya suatu peristiwa sejarah. Tanpa adanya latar belakang tidak mungkin terjadi peristiwa sejarah. Misalnya, terbunuhnya pangeran Frans Ferdinand menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia I.
5. PENGARUH DAN AKIBAT DARI PERISTIWA SEJARAH
Suatu peristiwa sejarah akan memberikan pengaruh dan akibat yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat jika peristiwa itu memang dicita-citakan oleh masyarakat yang bersangkutan, misalnya Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peristiwa jatuh bangunnnya kabinet di Indonesia.
BAB III. TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA
A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA
1. CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALUNYA
Dua cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ( Pra aksara ) yaitu :
a. Melalui keluarga Keluarga memiliki peranan yang penting dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam keluarga lebih besar sehingga memudahkan orang tua menanamkan ide-ide dan menyampaikan informasi mengenai tatacara berprilaku dan adat istiadat serta kebiasaan keluarga yang benar pada anak.
b. Melalui Masyarakat Masyarakat secara langsung atau tidak langsung memiliki cara tersendiri dalam mewariskan masa lalunya yaitu, yaitu melalui adat istiadat, pertunjukan hiburan dan kepercayaan masyarakat.
2. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN
a. Sistem kepercayaan b. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial c. Sistem mata pencaharian d. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup ( teknologi ) e. Sistem Bahasa f. Sistem kesenian g. Ilmu Pengetahuan
3. JEJAK SEJARAH INDONESIA
a. Folklore
Folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun dan tidak dibukukan. Folklore Lisan : bahasa rakyat, teka-teki, puisi, cerita rakyat, Nyanyian rakyat. Folklore bukan lisan : Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian, obat-obatan tradisional, perhiasan dsb.
b. Mitologi Ilmu Kesusasteraan tentang dongeng kehidupan para dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan juga menceritakan tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkap secara ghaib.
c. Legenda Merupakan cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.
d. Upacara Merupakan rangkaian kegiatan yang terikat oleh aturan tertentu berdasarkan adat istiadat dan agama ( kepercayaan ).
e. Lagu daerah Merupakan lagu yang menggunakan bahasa daerah.
B. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA
1. PERKEMBANGAN SEJARAH INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN a. Bidang politik ( Pemerintahan )
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha sistem pemerintahan di Indonesia di pegang oleh kepala suku yang memerintah kelompok sukunya. Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha maka pemerintahan kepala suku diubah menjadi pemerintahan yang berbentuk kerajaan yang dipegang oleh raja secara turun temurun.
b. Bidang sosial
Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Budha masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong.
c. Bidang Budaya
Sebelum orang-orang India datang ke Indonesia, masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi ( kebudayaan asli ) dan terus berkembang secara terus menerus. Setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti : 1. Tulisan Pallawa dan bahasa Sanskerta 2. Seni bangunan 3. Seni Rupa/lukis 4. Seni sastra 5. Kalender d. Bidang Keagamaan Kepercayaan asli bangsa kita yaitu pemujaan terhadap Roh-roh leluhur/nenek moyang ( Animisme ) dan benda-benda ( Dinamisme ). Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha maka masyarakat kitapun mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
2. REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH
a. Prasasti
Merupakan rekaman tertulis yang menceritakan masa lampau yang pembuatannya berdasarkan perintah raja.
b. Kitab
Merupakan karya sastra para pujangga yang dijadikan petunjuk untuk menyingkap sebuah peristiwa sejarah yang muncul pada jaman Hindu Budha maupun Islam.
c. Dokumen
Merupakan surat berharga yang ditulis atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan.
3. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA
a. Masa Hindu – Budha dan islam
Penulisan sejarah pada masa ini bersifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja. Tujuannya agar generasi penerus mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting pada masa itu.
b. Masa Kolonial
Penulisan sejarah pada masa ini bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia dengan menyatakan bahwa status sosial mereka lebih tinggi dan setiap perlawanan rakyat Indonesia terhadap mereka dianggap sebagai pemberontak.
c. Masa pergerakan Nasional
Penulisan sejarah Pada masa ini bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah d. Masa Kemerdekaan Penulisan pada masa ini berorientasi pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
sumber : http://sobatpelajar.blogspot.com/2012/06/ringkasan-materi-sejarah-kelas-x.html
thanks for reading and learning :) hope usefull :D
1. PENGERTIAN SEJARAH
Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.
Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :
1. JV. Briche, sejarah adalah : “ It is the record of what man has thought,said and done “.
2. Patrick Gardiner, mengatakan : “ History is the study of what human beings have done“.
3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa : sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
4. Koentowidjojo : Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia
5. Sartono Kartidirdjo : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
Sejarah adalah berbagai b
6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
Kesimpulan : Sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah mengenal tulisan.
2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI
Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali. Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli. Sementara sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.
3. PERIODISASI DAN KRONOLOGI
Periodisasi adalah penentuan pemenggalan kurun waktu yang akan diteliti dan didasarkan pada alasan-alasan tertentu yang rasionall dan ilmiah yang erat kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti. Periodisasi Sejarah Indonesia yang lazim dipakai adalah : 1. Jaman Prasejarah, membicarakan kehidupan manusia purba sebelum adanya tulisan. 2. Jaman Kuno, membicarakan masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha. 3. Jaman modern, yang berlangsung sejak masa perkembangan islam di Indonesia hingga kini. Kronologi merupakan urutan waktu yang tersusun sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
4. KEGUNAAN SEJARAH
Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu :
1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.
2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.
3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan ( pengajaran ) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.
4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain : a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.
BAB II. DASAR-DASAR PENELITIAN SEJARAH
1. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH
1. Heuristik Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah yang sesuai dengan tujuan dari penelitian.
2. Verifikasi Dalam hal ini, peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Setelah data tersebut telah teruji kebenarannya maka akan dinilai apakah data-data tersebut relevan/sesuai dengan permasalahan yang hendak ditulis. Data yang telah teruji kebenarannya akan menjadi fakta sejarah.
3. Interpretasi Adalah proses penafsiran dan merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti dan menjadi dasar argumentasi/pendapat dari penulis sejarah.
4. Historiografi Yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji kebenarannya.
2. SUMBER, BUKTI DAN FAKTA SEJARAH
1. SUMBER SEJARAH
Louis Gotschalk membagi sumber sejarah menjadi dua bagian yaitu sumber Primer merupakan kesaksian dari seorang saksi dengan mata dan kepalanya sendiri. Dan Sumber Sekunder merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi pandangan mata atau yang tidak melihat secara langsung kejadian tersebut.
Sementara itu Nugroho Notosusanto membagi sumber sejarah dalam 3 kategori yaitu : a. Sumber Tertulis merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan tertulis seperti : Prasasti, Babad, Kronik, Dokumen, Arsip, Naskah dan Rekaman b. Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. c. Sumber benda merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan purbakala seperti : candi, alat-alat, senjata, keraton, gua-gua dsb.
2. BUKTI SEJARAH
Merupakan segala peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di masa lampau yang mungkin saja peninggalan itu masih dipergunakan oleh manusia pada masa kini. Contoh, istana kepresidenan dan teks proklamasi.
3. FAKTA SEJARAH
Merupakan data sejarah yang sudah diverifikasi dan diinterpretasikan oleh sejarawan kemudian dijadikan dalil, argumentasi atau dasar pemikiran untuk menulis sejarah.
3. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN
1. SUMBER BERITA DARI PELAKU SEJARAH
Pelaku sejarah merupakan tokoh yang secara langsung mengalami suatu peristiwa yang terjadi namun perlu diingat bahwa keterangan para pelaku kadang bersifat subyektif karena keterangan tersebut benar menurut pelaku sendiri.
2. SUMBER BERITA DARI SAKSI SEJARAH
Saksi sejarah merupakan orang yang pernah melihat atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa dan bukan pelaku sejarah.
3. TEMPAT PERISTIWA SEJARAH
Untuk menentukan tempat atau lokasi peristiwa yang terjadi pada masa lampau diperlukan penafsiran-penafsiran yang matang, misalnya menentukan pusat pemerintahan Kerajaan Bima.
4. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERISTIWA SEJARAH
Latar belakang terjadinya suatu peristiwa menjadi penentu utama munculnya suatu peristiwa sejarah. Tanpa adanya latar belakang tidak mungkin terjadi peristiwa sejarah. Misalnya, terbunuhnya pangeran Frans Ferdinand menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia I.
5. PENGARUH DAN AKIBAT DARI PERISTIWA SEJARAH
Suatu peristiwa sejarah akan memberikan pengaruh dan akibat yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat jika peristiwa itu memang dicita-citakan oleh masyarakat yang bersangkutan, misalnya Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peristiwa jatuh bangunnnya kabinet di Indonesia.
BAB III. TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA
A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA
1. CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALUNYA
Dua cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ( Pra aksara ) yaitu :
a. Melalui keluarga Keluarga memiliki peranan yang penting dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam keluarga lebih besar sehingga memudahkan orang tua menanamkan ide-ide dan menyampaikan informasi mengenai tatacara berprilaku dan adat istiadat serta kebiasaan keluarga yang benar pada anak.
b. Melalui Masyarakat Masyarakat secara langsung atau tidak langsung memiliki cara tersendiri dalam mewariskan masa lalunya yaitu, yaitu melalui adat istiadat, pertunjukan hiburan dan kepercayaan masyarakat.
2. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN
a. Sistem kepercayaan b. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial c. Sistem mata pencaharian d. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup ( teknologi ) e. Sistem Bahasa f. Sistem kesenian g. Ilmu Pengetahuan
3. JEJAK SEJARAH INDONESIA
a. Folklore
Folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun dan tidak dibukukan. Folklore Lisan : bahasa rakyat, teka-teki, puisi, cerita rakyat, Nyanyian rakyat. Folklore bukan lisan : Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian, obat-obatan tradisional, perhiasan dsb.
b. Mitologi Ilmu Kesusasteraan tentang dongeng kehidupan para dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan juga menceritakan tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkap secara ghaib.
c. Legenda Merupakan cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.
d. Upacara Merupakan rangkaian kegiatan yang terikat oleh aturan tertentu berdasarkan adat istiadat dan agama ( kepercayaan ).
e. Lagu daerah Merupakan lagu yang menggunakan bahasa daerah.
B. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA
1. PERKEMBANGAN SEJARAH INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN a. Bidang politik ( Pemerintahan )
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha sistem pemerintahan di Indonesia di pegang oleh kepala suku yang memerintah kelompok sukunya. Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha maka pemerintahan kepala suku diubah menjadi pemerintahan yang berbentuk kerajaan yang dipegang oleh raja secara turun temurun.
b. Bidang sosial
Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Budha masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong.
c. Bidang Budaya
Sebelum orang-orang India datang ke Indonesia, masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi ( kebudayaan asli ) dan terus berkembang secara terus menerus. Setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti : 1. Tulisan Pallawa dan bahasa Sanskerta 2. Seni bangunan 3. Seni Rupa/lukis 4. Seni sastra 5. Kalender d. Bidang Keagamaan Kepercayaan asli bangsa kita yaitu pemujaan terhadap Roh-roh leluhur/nenek moyang ( Animisme ) dan benda-benda ( Dinamisme ). Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha maka masyarakat kitapun mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
2. REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH
a. Prasasti
Merupakan rekaman tertulis yang menceritakan masa lampau yang pembuatannya berdasarkan perintah raja.
b. Kitab
Merupakan karya sastra para pujangga yang dijadikan petunjuk untuk menyingkap sebuah peristiwa sejarah yang muncul pada jaman Hindu Budha maupun Islam.
c. Dokumen
Merupakan surat berharga yang ditulis atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan.
3. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA
a. Masa Hindu – Budha dan islam
Penulisan sejarah pada masa ini bersifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja. Tujuannya agar generasi penerus mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting pada masa itu.
b. Masa Kolonial
Penulisan sejarah pada masa ini bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia dengan menyatakan bahwa status sosial mereka lebih tinggi dan setiap perlawanan rakyat Indonesia terhadap mereka dianggap sebagai pemberontak.
c. Masa pergerakan Nasional
Penulisan sejarah Pada masa ini bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah d. Masa Kemerdekaan Penulisan pada masa ini berorientasi pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
sumber : http://sobatpelajar.blogspot.com/2012/06/ringkasan-materi-sejarah-kelas-x.html
thanks for reading and learning :) hope usefull :D
Langganan:
Postingan (Atom)